Menu

Mode Gelap
 

Berita · 20 Apr 2026 12:38 WIB ·

Dorong Ekonomi Lokal, Program MBG di Baso Agam Libatkan Petani hingga Pelaku Usaha


 Sosialisasi bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) ini berlangsung di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, pada Jumat (17/4). Perbesar

Sosialisasi bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) ini berlangsung di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, pada Jumat (17/4).

Agam, Kabapadang — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar peningkatan kualitas gizi anak, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Hal ini mengemuka dalam kegiatan sosialisasi MBG yang digelar di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani hingga pelaku usaha.

Baca juga:

Kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini. Sosialisasi bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) ini berlangsung di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, pada Jumat (17/4).

Sosialisasi program MBG di Kecamatan Baso ini dibuka oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama yang hadir melalui video daring. Tak hanya itu, sosialisasi ini dihadiri juga oleh perwakilan dari Badan Gizi Nasional serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam sambutannya, Ade Rezki Pratama menegaskan bahwa Program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing. Ia menyampaikan bahwa pemenuhan gizi yang optimal menjadi fondasi penting dalam mendukung proses belajar dan perkembangan anak.

“Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program bantuan, tetapi investasi besar untuk masa depan bangsa. Dari Baso ini kita tegaskan bahwa negara hadir menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Hasilnya mungkin tidak terlihat dalam waktu singkat, tetapi dalam 10 hingga 20 tahun ke depan kita akan merasakan dampaknya,” ujar Ade Rezki Pratama.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kesehatan dan pendidikan, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas. Dengan melibatkan petani, nelayan, serta pelaku usaha lokal dalam rantai pasok pangan, MBG diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mengurangi kesenjangan sosial di lingkungan sekolah.

Program MBG dirancang untuk menjawab berbagai tantangan gizi yang masih dihadapi masyarakat Indonesia, seperti stunting, anemia, dan keterbatasan akses terhadap makanan bergizi. MBG hadir tidak hanya untuk memastikan masyarakat mendapatkan asupan gizi yang baik, tetapi juga untuk membangun sistem yang saling terhubung antara kesehatan, ekonomi, dan kemandirian pangan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Baca juga:

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang serta memperkuat dukungan terhadap implementasi Program MBG di berbagai daerah. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya memastikan program ini berjalan optimal demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul.[Bos]

 

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cegah Stunting dan Anemia, MBG Jadi Solusi Strategis di Padang Pariaman

20 April 2026 - 12:55 WIB

Mengetuk Pintu Langit: 28 Cabang Pegadaian Serentak Berbagi Makanan di Riau dan Sumatera Barat

18 April 2026 - 14:28 WIB

Aksi Nyata Pegadaian di Usia 125 Tahun, Tebar Sembako untuk Warga Rumbai

2 April 2026 - 11:46 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Dorong Ekonomi Daerah dan Penuhi Gizi Anak

9 Maret 2026 - 12:03 WIB

Ade Rizki Pratama: Makan Bergizi Gratis Investasi Besar untuk Indonesia Emas 2045

7 Maret 2026 - 11:49 WIB

Pegadaian Sabet Best Sovereign Sukuk dan Best Social Bonds in Asia 2025

13 Februari 2026 - 13:21 WIB

Trending di Berita