Padang Pariaman, Kabapadang — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disosialisasikan di Padang Pariaman tak hanya bertujuan menurunkan angka stunting, tapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Program inisiasi DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) ini dirancang untuk membuka peluang usaha baru bagi petani, peternak, dan pelaku UMKM pangan di daerah.
Baca juga:
- DPR RI Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Agam
- Wajib Coba!! Daftar Rumah Makan Terenak di Kota Padang
Sosialisasi program MBG digelar di Aula Gedung Serbaguna Nagari Sungai Asam, Kamis (19/6), dan disambut antusias oleh masyarakat setempat. Dalam acara tersebut hadir Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Padang Pariaman Elia Munawari, serta Tenaga Ahli Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Dedi Suprijadi.
Menurut Ade Rezki, salah satu tujuan utama program MBG adalah membangun ekosistem pangan lokal yang berkelanjutan, dengan melibatkan langsung masyarakat dalam penyediaan bahan pangan bergizi.
“Kita ingin agar dapur-dapur MBG dibangun di tiap kelurahan, khususnya di wilayah Padang hingga Bukittinggi. Ini akan membuka lapangan kerja dan memberi ruang bagi petani, peternak, hingga pelaku usaha kecil untuk memasok kebutuhan dapur MBG,” terang Ade.
Ia menegaskan bahwa keberadaan program ini bukan sekadar bagi-bagi makanan, tetapi sebagai sistem yang dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Tenaga Ahli BGN, Dedi Suprijadi, menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menyukseskan program ini. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadi mitra resmi MBG melalui portal www.mitra.bgn.go.id.
“Kita ingin masyarakat tak hanya menjadi penerima manfaat, tapi juga produsen yang aktif dalam rantai pasok. Dengan begitu, MBG jadi alat pemberdayaan ekonomi sekaligus perbaikan gizi,” kata Dedi.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes, Elia Munawari, menegaskan bahwa edukasi gizi tetap menjadi fondasi utama program ini, namun efek domino yang dihasilkan—termasuk perputaran ekonomi lokal—tidak bisa diabaikan.
“Keseimbangan antara gizi dan ekonomi harus dijaga. Saat masyarakat paham pentingnya gizi seimbang, dan sekaligus punya peluang usaha dari program ini, maka dampaknya akan sangat besar bagi daerah,” ucap Elia.
Program MBG dirancang untuk menyasar anak sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta balita. Selain memperkuat fondasi kesehatan generasi mendatang, MBG diharapkan dapat menjadi solusi terintegrasi antara upaya pengentasan stunting dan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.
Baca juga:
- Program MBG Hadir di Lima Puluh Kota, Dorong Anak Sehat, Cerdas dan Bebas Stunting
- Sosialisasi MBG di Padang Pariaman, Ade Rezki: Jangkau Ribuan Siswa di Lokasi Strategis
Dengan pendekatan ini, Padang Pariaman menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan nasional bisa diimplementasikan secara inklusif dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. [Den]












