Padang, Kabapadang – Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis(MBG) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terbukti meningkatkan semangat belajar dan prestasi siswa kini menjadi model yang diharapkan dapat segera direplikasi ke Sumatera Barat. Hal ini menjadi pembahasan utama dalam sosialisasi program yang digelar di Padang, Senin (15/9/2025).
Baca juga:
- Program MBG Kuatkan Ekonomi Lokal dan Rantai Pangan di Padang Pariaman
- MBG Kabupaten Agam Sasar Penekanan Stunting dan Dukung Gizi Anak
Pemerintah terus menggencarkan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat pemahaman dan dukungan publik terhadap pentingnya pemenuhan gizi sejak dini. Tujuannya adalah membentuk generasi sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.
Sosialisasi dengan tema “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia” ini bertempat di UPT Asrama Haji Embarkasi Kota Padang pada Senin (15/9). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), akademisi, serta masyarakat Kota Padang dan Pariaman.
Dalam kesempatannya, anggota Komisi IX DPR RI Rico Alfiano menegaskan bahwa program MBG merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengatasi persoalan gizi dan stunting. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.
“Gizi adalah investasi masa depan. Program MBG akan sulit berjalan tanpa dukungan masyarakat. Peran ibu sangat penting karena dari keluarga lahir kebiasaan makan sehat yang menentukan masa depan anak-anak,” ujar Rico.
Menindaklanjuti hal tersebut, perwakilan BGN, Teguh Suparngadi, menjelaskan bahwa pemerintah terus menyusun langkah strategis, salah satunya dengan penambahan jumlah Sekolah Penerima Program Gizi (SPPG) secara bertahap. Ia mencontohkan kesuksesan program MBG di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mampu meningkatkan semangat belajar siswa.
“Program MBG terbukti meningkatkan prestasi anak, memperluas akses terhadap makanan sehat, serta menumbuhkan kesadaran gizi sejak dini. Kami berharap manfaat ini juga segera dirasakan oleh masyarakat Sumatera Barat,” ungkap Teguh.
Sementara itu, akademisi asal Padang, Yasinda Syamsuddin, menekankan pentingnya kebersamaan dalam menyukseskan MBG. Ia menyebut konsep “Bangsamo Mangjadi” atau bersama-sama kita pasti bisa, menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Masyarakat perlu melihat program ini bukan sekadar bantuan, tetapi bagian dari tugas negara dalam memastikan generasi muda mendapatkan gizi seimbang,” jelas Yasinda.
Baca juga:
- Antusiasme Masyarakat Bukittinggi Sambut Program Makan Bergizi Gratis untuk Tekan Stunting
- DPR RI Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Agam
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat menjalankan program MBG bukan hanya sekadar upaya menekan angka stunting, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan generasi emas Indonesia 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global. [Bos]












