Menu ✖

Mode Gelap
 

Ekonomi & Bisnis · 28 Okt 2026 11:55 WIB ·

123.600 Nasabah di Sumbar Gunakan Tring!, Ibu-Ibu Mendominasi


 Selama 125 tahun, Pegadaian membangun fondasi bisnis emas secara konsisten. Ilustrasi [Foto: Dok. Pegadaian] Perbesar

Selama 125 tahun, Pegadaian membangun fondasi bisnis emas secara konsisten. Ilustrasi [Foto: Dok. Pegadaian]

Padang, Kabapadang.com — Investasi emas masih menjadi pilihan masyarakat Sumatera Barat untuk menjaga nilai kekayaan. Tren tersebut tercermin dari jumlah pengguna aplikasi Tring! milik PT Pegadaian Area Padang yang mencapai 123.600 nasabah, dengan mayoritas pengguna berasal dari kalangan ibu-ibu.

Baca juga:

Kepala Departemen Produk Gadai Pegadaian Area Padang, Busra Adiant, mengatakan kebiasaan masyarakat Sumatera Barat menjadikan emas sebagai instrumen penyimpan kekayaan turut mendorong tingginya minat terhadap layanan tersebut.

“Tingginya minat masyarakat terhadap emas tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat Sumatera Barat yang menjadikan emas sebagai salah satu pilihan untuk menyimpan nilai kekayaan,” kata Busra di Padang, Rabu (28/10/2026).

Menurut Busra, kecenderungan masyarakat Padang membeli emas juga ditemukan di sejumlah daerah lain, seperti Makassar dan Madura. Kebiasaan tersebut menunjukkan emas memiliki tempat tersendiri dalam pola pengelolaan keuangan masyarakat.

Untuk menjangkau lebih banyak nasabah, Pegadaian terus memperluas jaringan layanan hingga wilayah kepulauan, termasuk Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Busra menyebutkan, layanan Pegadaian kini menjangkau 72 titik di tingkat kota dan kabupaten. Perluasan jaringan ini bertujuan mendekatkan layanan pembiayaan dan investasi emas kepada masyarakat.

Meski baru beroperasi sekitar dua bulan, outlet Pegadaian di Mentawai mulai menunjukkan perkembangan transaksi yang dinilai signifikan.

Pemimpin Cabang PT Pegadaian Kantor Cabang Terandam Padang, Fuad Prima Putra, mengatakan masyarakat Tuapejat mulai memanfaatkan layanan gadai maupun transaksi emas.

Nasabah gadai di wilayah tersebut antara lain berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan pedagang. Sementara itu, pembelian emas berlangsung setiap hari.

“Setiap hari ada yang membeli emas. Sehari minimal ada tiga orang yang melakukan transaksi,” ujar Fuad.

Ia menambahkan, pedagang menjadi salah satu kelompok masyarakat yang cukup banyak memanfaatkan layanan Tabungan Emas.

Baca juga:

Kehadiran layanan digital dan perluasan jaringan fisik Pegadaian membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki emas secara bertahap. Bagi masyarakat yang ingin membangun aset, tabungan emas menjadi salah satu pilihan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan keuangan masing-masing. [isr]

 

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sumbar Rawan Bencana, Pegadaian Dorong Warga Beralih ke Tabungan Emas Digital

28 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Rahasia Pegadaian Tembus Pasar Global, Berawal dari Hal Ini

10 Juni 2026 - 15:07 WIB

Dari Dili ke ASEAN, Pegadaian Bidik Pasar Regional Usai Sukses Ekspansi Perdana

5 Juni 2026 - 12:54 WIB

Pegadaian Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja dan Bangun Kebiasaan Investasi Sejak Dini

4 Juni 2026 - 11:29 WIB

Bank Emas Jadi Motor Pertumbuhan Baru Pegadaian, Laba Naik Hampir 100 Persen

24 Mei 2026 - 11:31 WIB

Ledakan Investasi Emas Dorong Pegadaian Jadi Penguasa Bullion Nasional

22 Mei 2026 - 11:26 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis