Jakarta, Kabapadang – Di balik keberhasilan PT Pegadaian memperluas bisnis hingga ke luar negeri dan menjadi pelopor ekosistem bullion melalui layanan Bank Emas, terdapat satu kekuatan utama yang menjadi fondasi perusahaan selama lebih dari satu abad, yakni sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan budaya kerja yang adaptif.
Baca juga:
- Dari Dili ke ASEAN, Pegadaian Bidik Pasar Regional Usai Sukses Ekspansi Perdana
- Pegadaian Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja dan Bangun Kebiasaan Investasi Sejak Dini
Kekuatan tersebut kembali mendapat pengakuan internasional setelah Pegadaian dinobatkan sebagai Best Company to Work For in Asia 2026 oleh HR Asia. Penghargaan ini menjadi yang kedelapan kalinya diraih perusahaan, sekaligus mempertegas keberhasilan Pegadaian dalam membangun lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan mampu melahirkan talenta berdaya saing tinggi.
Tidak hanya mempertahankan predikat sebagai salah satu tempat kerja terbaik di Asia, Pegadaian juga memborong lima penghargaan sekaligus dalam ajang HR Asia Awards 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang meraih empat penghargaan.
Lima penghargaan yang berhasil diraih meliputi HR Asia Best Company to Work For 2026 Indonesia Chapter, HR Asia Diversity, Equity & Inclusion Awards 2026, HR Asia Tech Empowerment Awards 2026, HR Asia People Transformation Awards 2026, serta HR Asia Sustainable Workplace Awards 2026.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi yang dijalankan Pegadaian tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga menyentuh aspek pengembangan talenta, pemanfaatan teknologi, keberagaman, hingga keberlanjutan lingkungan kerja.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru, Agus Riyadi, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa upaya perusahaan dalam membangun budaya kerja positif dan mengembangkan kualitas insan perusahaan telah diakui di tingkat internasional.
“Penghargaan ini merupakan kebanggaan bagi seluruh Insan Pegadaian di Indonesia, termasuk kami yang berada di Kantor Wilayah II Pekanbaru. Raihan ini menunjukkan bahwa Pegadaian tidak hanya berhasil membangun kinerja bisnis yang kuat, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan mendukung pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Tentu hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan visi perusahaan mengEMASkan Indonesia,” ujar Agus.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan program pengembangan kompetensi, penguatan budaya kerja, serta implementasi nilai-nilai AKHLAK di seluruh lini organisasi.
Agus menegaskan bahwa kualitas SDM merupakan aset terbesar yang dimiliki Pegadaian dalam menghadapi dinamika industri dan perubahan zaman yang semakin cepat.
“Keberhasilan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan utama Pegadaian terletak pada kualitas insan di dalamnya. Karena itu, kami di Kantor Wilayah II Pekanbaru terus berkomitmen mendukung berbagai inisiatif perusahaan dalam menciptakan tempat kerja yang produktif, kolaboratif, dan memberikan ruang bagi setiap karyawan untuk bertumbuh, berinovasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Saat ini Pegadaian didukung lebih dari 14.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Keberagaman latar belakang yang dimiliki para karyawan menjadi kekuatan perusahaan dalam membangun kolaborasi yang solid dan harmonis.
Budaya kerja yang fleksibel dan terbuka terhadap perubahan juga menjadi modal penting bagi Pegadaian dalam menjalankan berbagai transformasi besar, mulai dari digitalisasi layanan, inovasi produk, hingga pengembangan model bisnis baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Baca juga:
- Bank Emas Jadi Motor Pertumbuhan Baru Pegadaian, Laba Naik Hampir 100 Persen
- Ledakan Investasi Emas Dorong Pegadaian Jadi Penguasa Bullion Nasional
Transformasi SDM yang berjalan seiring dengan transformasi bisnis itulah yang kini mengantarkan Pegadaian menjadi perusahaan yang tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga mulai memperluas jejaknya ke pasar internasional melalui pembukaan outlet luar negeri pertama di Timor-Leste. [isr]









