Padang, Kabapadang – PT Pegadaian Area Padang terus memperkuat literasi keuangan di kalangan generasi muda dengan membekali mahasiswa keterampilan menghadapi dunia kerja sekaligus mengenalkan pentingnya investasi sejak dini. Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan edukasi bertema “Siap Kerja, Siap Berkarya: Menjadi Lulusan Adaptif di Era Digital” yang digelar di The Gade Creative Lounge Kampus Unand, Kamis (4/6/2026).
Baca juga:
- Pegadaian Resmikan Gade Creative Lounge di UIN Imam Bonjol, Dorong Literasi Ekonomi Syariah Mahasiswa
- Mengetuk Pintu Langit: 28 Cabang Pegadaian Serentak Berbagi Makanan di Riau dan Sumatera Barat
Deputi Bisnis Pegadaian Area Padang, Heru Susanto, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa serta generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan industri keuangan dan dunia kerja yang terus berkembang di era digital.
Menurutnya, Pegadaian memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih siap menghadapi perubahan yang terjadi akibat digitalisasi di sektor keuangan.
“Melalui kegiatan literasi ini, kami memberikan pembekalan agar mereka mampu mengelola keuangan secara bijak, memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh selama di perguruan tinggi, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Heru.
Dalam seminar tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai produk dan layanan Pegadaian, mulai dari tabungan emas, pembiayaan haji dan umrah, hingga layanan pembiayaan multiguna yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dan perencanaan masa depan.
Heru menjelaskan bahwa kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Generasi muda juga harus memiliki hard skill dan soft skill yang memadai, mental yang kuat, sikap atau attitude yang baik, kemampuan mengadopsi teknologi digital (tech savvy), membangun personal branding, menyusun curriculum vitae (CV) yang menarik, serta menjaga jejak digital yang positif.
Selain membahas kesiapan karier, Pegadaian juga mendorong mahasiswa untuk mulai membangun kebiasaan investasi. Salah satu instrumen yang diperkenalkan adalah tabungan emas yang dinilai mudah diakses oleh kalangan mahasiswa.
Menurut Heru, mahasiswa dapat memulai investasi dengan menyisihkan sebagian uang jajan secara rutin daripada menggunakannya untuk kebutuhan yang bersifat konsumtif.
“Dengan menabung emas, mahasiswa dapat belajar berinvestasi sejak dini dan mempersiapkan kebutuhan masa depan secara lebih terencana,” katanya.
Ia menambahkan, kebutuhan dunia kerja saat ini telah berubah seiring perkembangan teknologi dan transformasi digital. Perusahaan tidak lagi hanya mencari individu dengan nilai akademik tinggi, melainkan sosok yang mampu belajar cepat, beradaptasi dengan perubahan, serta memiliki integritas dan profesionalitas yang baik.
“Lulusan yang dibutuhkan saat ini adalah mereka yang cepat mempelajari hal baru, memiliki integritas dan profesionalitas tinggi, serta mampu bergerak lincah dan fleksibel mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Baca juga:
- Bank Emas Jadi Motor Pertumbuhan Baru Pegadaian, Laba Naik Hampir 100 Persen
- Ledakan Investasi Emas Dorong Pegadaian Jadi Penguasa Bullion Nasional
Heru menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi kini menjadi modal utama untuk memenangkan persaingan kerja.
“Industri saat ini tidak lagi membutuhkan siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling cepat beradaptasi,” tutupnya. [isr]









