Solok, Kabapedia.com – Kebutuhan dasar menjadi perhatian utama setelah galodo dan banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Di tengah masa tanggap darurat, PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru melalui Pegadaian Cabang Solok menyalurkan bantuan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak dan para pengungsi.
Baca juga:
- Ibu Hamil di Pekanbaru Dapat Layanan Kesehatan Gratis Pegadaian dan POGI
- Semarak Pacu Jalur Kuansing Dilengkapi Layanan Kesehatan Gratis Pegadaian
Bantuan tersebut diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok pada 23 September 2026. Selanjutnya, bantuan akan didistribusikan kepada masyarakat dan pengungsi sesuai kebutuhan di lapangan.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa bahan pangan. Pegadaian juga memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, termasuk balita dan perempuan yang berada di lokasi pengungsian.
Untuk kebutuhan pangan, bantuan yang disalurkan terdiri atas 52 karung beras ukuran 10 kilogram, 55 dus minyak goreng, 7 karung gula pasir, dan 13 dus sarden.
Selain sembako, Pegadaian memberikan sejumlah perlengkapan yang dibutuhkan masyarakat dan pengungsi, antara lain popok bayi (pampers), pembalut, serta perlengkapan mandi.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Pegadaian Cabang Solok dengan berkoordinasi bersama BPBD Kabupaten Solok. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat diterima dan didistribusikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan sesuai kondisi di lapangan.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Agus Riyadi, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat akibat bencana.
“Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi dan menyampaikan empati kepada seluruh masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak bencana galodo. Melalui bantuan ini, Pegadaian ingin hadir dan memberikan dukungan nyata, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan para pengungsi selama masa tanggap darurat,” ujar Agus Riyadi.
Menurut Agus, bantuan yang disalurkan diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana.
Pegadaian, kata dia, juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan dukungan sosial yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Dalam penanganan bencana, sinergi dan gotong royong menjadi hal yang sangat penting. Pegadaian siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait agar dukungan yang diberikan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Agus juga berharap proses penanganan hingga pemulihan masyarakat terdampak dapat berjalan dengan baik.
Apresiasi terhadap bantuan Pegadaian disampaikan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok, Nopelius, ST, MT. Menurutnya, bantuan berupa kebutuhan pangan dan perlengkapan bagi masyarakat sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan selama masa tanggap darurat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Pegadaian yang telah memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Solok. Bantuan berupa kebutuhan pangan seperti beras, minyak goreng, gula dan sarden, serta selimut dan pakaian ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan pengungsi selama masa tanggap darurat,” ujar Nopelius.
Ia mengatakan bantuan tersebut akan disalurkan sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan.
Nopelius juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan bencana. Menurutnya, dukungan dari berbagai unsur diperlukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
“Penanganan bencana membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak. Kami berharap kepedulian seperti ini dapat terus terjalin sehingga kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat ditangani bersama secara optimal,” katanya.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pegadaian melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian Peduli. Program tersebut diarahkan antara lain untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang menghadapi kondisi darurat akibat bencana.
Dalam penanganan bencana, Pegadaian mengutamakan koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga kebencanaan agar bantuan dapat diberikan secara cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya, pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat bencana di Kabupaten Solok selama 14 hari mulai 22 September 2026. Dalam masa tersebut, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi salah satu prioritas penanganan.
Bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal atau harus berada di lokasi pengungsian, bantuan pangan dan perlengkapan sehari-hari menjadi kebutuhan penting selama masa tanggap darurat. Karena itu, dukungan berbagai pihak diharapkan dapat membantu proses penanganan sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat terdampak galodo dan banjir bandang di Kabupaten Solok.
Baca juga:
- Pegadaian Gabungkan Khitan Massal dan Literasi Keuangan untuk 100 Anak di Batam
- Ratusan Program Sosial Pegadaian Jangkau Tiga Provinsi, Komitmen ESG Kian Nyata
Melalui bantuan tersebut, Pegadaian berharap dapat ikut meringankan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi bencana di Kabupaten Solok. [isr]













